Dikirim Oleh |
: | admin |
Tanggal |
: | Sabtu, 8 November 2008 19:15:52 |
Dibaca |
: | 726 Kali |
Pengirim : Yudhi Deswiandi
Aku kadang kala bingung dan tersenyum dalam hati, ketika mendengar ato melihat di media cetak dan elektronik, seseorang ato sekelompok dari sahabat kita dengan suara lantang, bahkan dengan tidak segan melakukan tindakan anarkis mengklaim sebagai “pembela kebenaran“, demi “menegakkan kebenaran“, ato ada lagi sahabat kita mengatakan “pokoknya aku mencari kebenaran, kebenaran harus ditegakkan” ato ada lagi dari sahabat kita, mungkin karena sudah lelah mencari, dengan sikap yang pasrah, “biarlah kebenaran nanti yang akan menjawabnya“. Dalam hati aku bertanya, koq bisa ya?.
Sama bingungnya ketika aku menyaksikan kisah hidup ato cerita seseorang yang selama hidupnya ga pernah bener, selalu berbuat kejahatan, berbuat dosa dll. dan banyak lagi berita dimedia cetak ato elektronik yang memberitakan tentang kejahatan dan ketidaklogisan perilaku manusia (menurut pandangan kita). Dalam hati akupun bertanya, koq bisa ya?.
Ada apa sebenarnya dengan semua ini. Apakah harus dengan sedemikian rupakah kita menyikapi perjalanan kehidupan kita itu ? (aku nanya sama rumput yang bergoyang dan ikan yang sedang aku kasi makan).
Tidak ada yang pasti dan sempurna di dunia ini, semuanya serba relatif (relativitas). Ketika kita mencoba menguak sebuah kebenaran maka, kebenaran itupun pada akhirnya akan relatif sifatnya. Menyuarakan kebenaran ditengah lingkungan yang sudah membudaya perilaku yang tidak benar maka, akan nampak menjadi tidak benar. Hehehehe…….bingung ya.. itulah salah satu ke-fana-an dunia ini. (kata si rumput dan si ikan berbarengan, eh…..ngerti juga dia apa yang aku pikirin).
Sahabatku, mari kita mencoba untuk membuka sebuah kesadaran dalam diri kita, agar kita dapat melihat segala sesuatunya dengan jernih ( air kale,…jernih ). Kalau kita menelusur kembali kepada sejarahnya maka, kata BENAR dan SALAH kayanya lahir bersamaan dengan terciptanya manusia dan dunia ini.
Terbukti, dengan sejarah perjalanan kisah kehidupan manusia itu sendiri yang selalu dihiasi dan diwarnai oleh pergulatan keduannya, sejak jaman baheula. Sehingga nampaknya sudah menjadi undang-undang/hukum Tuhan yang sudah pasti adanya, kita ngga bisa mengelaknya selama kita berada di dunia ini. Tidak ada benar kalau tidak ada salah, pun demikian sebaliknya. Pasangan kata yang saling mempengaruhi dan saling tarik menarik. Sehingga kalau kita memaksakan salah satunya, maka menjadi tidak ada. hehehe…..bingung lage.
Nah….ketika kesadaran kita sampai pada titik tersebut, membicarakan benar dan salah menjadi tidak penting, apalagi memperdebatkannya. Sama halnya apabila kita ingin mempertanyakan tentang pergantian siang menjadi malam, kenapa se 1×24 jam itu ngga siang terus atau sebaliknya ngga malam terus. Ini adalah pertanyaan yang tak ada gunanya, kalau tidak mau di bilang sia-sia, karena itu sudah menjadi hukum/aturan dari Tuhan nya seperti itu.
Pun demikian sama halnya dengan benar dan salah, selama kita masih berada di dunia fana ini hukum itu akan selalu ada dan takkan pernah hilang, sampai berakhirnya cerita kehidupan ini. Yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana kita menjalani kehidupan ini diantara kedua hukum tadi, sesuai dengan tujuan hidup kita masing-masing (Nah loh…bagian si rumput dan si ikan sekarang yang bingung)
d’ points :
Yang bisa menilai kebenaran hanyalah hati kita, karena disitulah hidupnya Tuhan bersemayam. Kebenaran tidak perlu dibela karena sudah jelas yang mpunya, yaitu Yang Maha Benar, yang sudah pasti tidak perlu seorang pembela, kebenaran hanya perlu dijalankan oleh kita, itupun tak akan mampu kita melakukannya. Sebab bagaimana mungkin kita dapat melakukannya sedangkan kita sendiri mengaku bahwa manusia tempatnya salah, selalu dalam do’a kita, yang pertama kita mohonkan adalah mohon ampun atas kesalahan. Ini menunjukan bahwa kita tidak akan mampu mencapai kebenaran itu. Yang mampu dan dapat kita lakukan hanyalah berbuat BAIK dan MENEBARKAN KEBAIKAN di muka bumi ini, karena hanya itulah JALAN MENUJU KEBENARAN itu sendiri.


Dikirim Oleh
Tanggal
Dibaca
Versi PDF
Versi Cetak



Kirim Pesan