Dikirim Oleh |
: | abang |
Tanggal |
: | Sabtu, 7 Februari 2009 15:21:11 |
Dibaca |
: | 1299 Kali |
Si Pemimpi yang selalu merindukan masa lalu.
Sebagaimana keterangan Almarhum AKI Syamsoe, bahwa Penyesalan itu adalah suatu tindakan yang membuang-buang waktu dan tanpa terasa akan meredupkan Sinar Kuasa Tuhan dalam dirinya, sehingga ia akan kehilangan kepercayaan diri dan pudarnya Imannya kepada Tuhan.
Masa lalu simpanlah digudang dengan rapih dan jadikan arsip untuk dirimu kejadian-kejadian masa lampau dapat dijadikan acuan dan penghayatan serta pembelajaran yang positif atau menjadi guru kelak bagi anda.
Seseorang yang selalu mengingat-ingat dan mengkait-kaitkan masa lalu dengan dirinya atau mencari-cari kesalahan seseorang dari masa lalunya adalah suatu tindakan yang merugikan dan menganiaya dirinya sendiri.
Seseorang selalu mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila atau seseorang selalu mengingat Kejayaannya, keberhasilan dan kehebatannya dimasa lalu dan asyik membandingkannya dengan saat ini, inipun merupakan suatu tindakan penyesalan dan bodoh dan itu sama artinya dengan membunuh semangat, memudarkan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang bijak, kejadian-kejadian masa lampau dijadikan arsip-arsip yang dikemas dalam Dus dan diikat dengan rapi kemudian disimpan didalam gudang yang gelap gulita tak tertembus cahaya dan dan tidak akan diungkap kembali. Penyimpanan tersebut dinamakan gudang yang telah terlupakan untuk selamanya.
Oleh karena masa lalu… telah berlalu dan telah selesai. Kesedihan, penyesalan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan, kegalauan tidak akan mampu merubahnya menjadi ketenangan dan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena masa lalu memang sudah tidak ada dan waktu tidak akan berputar mundur.
... Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian ...
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam! atau selalu memikirkan dan membandingkan Kejayaan, Kesuksesan, Kekayaan masa lalu dengan hari ini, maka kecil hati dan nafsulah yang akan menjajah anda !... Kasihanilah dan Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu !! ..Ingatlah, bahwa keterikatan Anda dengan masa lalu akan menimbulkan suatu keresahan, emosi pikiran dan jiwa anda akan terbakar oleh panasnya api akan ingatan masa lalu, hal ini membuat kondisi yang sangat merugikan diri anda serta akan sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa lalu akan diri dan orang lain hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga dan sangat ironisnya akan memudarkan Sinar Kuasa Tuhan dalam diri anda.
Adalah suatu bencana besar, manakala kita rela mengabaikan hari ini serta masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Padahal, betapapun seluruh Manusia, Malaekat dan Jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, dipastikan mereka tidak akan pernah mampu, sebab yang demikian itu sudah sangat mustahil.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Sebagaimana orang Shalat ia menghadap kedepan dengan lurus dan dengan suatu tujuan serta harapan, lalu diakhiri dengan mengucapkan salam sambil menengok 90 derajat kekanan dan kekiri tanpa harus menengok kebelakang.
Demikian pula ketika berzikir maupun melakukan Tertib dialam kita, itulah tanda-tanda kehidupan yang telah Tuhan berikan untuk manusia pelajari dan hayati. Sebagaimana lazimnya angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap langkah kaki akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan.
Maka itu, janganlah pernah melawan kodrat kehidupan !. ataukah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, sang bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata ??
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah seorang Pemimpi dan tak ubahnya seperti orang yang tidak pernah menghargai hari ini dan orang tidak pernah mensyukuri akan adanya hari ini atau sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah hangus dan luluh lantah dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman sambil memutar kembali roda sejarah.
Abang - 2005


Dikirim Oleh
Tanggal
Dibaca
Versi PDF
Versi Cetak



Kirim Pesan