Dikirim Oleh |
: | ninakania |
Tanggal |
: | Selasa, 30 Juni 2009 15:35:24 |
Dibaca |
: | 356 Kali |
Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya.
Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit.
Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah
toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya
tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.
Sambil
menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa,
"Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya
sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. Please
Tuhan....., please..... Tolong dengarkan doa hambamu ini". Dan tak lama
kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan
perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan
yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.
Di waktu yang
berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup
deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti
pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan,
tetapi kali ini hujan tidak berhenti bahkan semakin deras mengguyur
bumi. Di tengah menunggu berhentinya hujan, si pemuda sadar, dia harus
berupaya menemukan dan membeli jas hujan untuk mengantisipasi saat
berkendaraan di tengah hujan. Kali ini, walaupun terlambat, dia belajar
sesuatu hal yakni ada saatnya mengucap doa tetapi juga harus disertai
dengan usaha yaitu menyiapkan jas hujan.
Suatu
hari, di waktu yang berbeda,si pemuda ke kantor tanpa sepeda motornya
karena mogok akibat kebanjiran. Hujan yang kembali turun, tetapi jas
hujan yang telah dibeli, saat dibutuhkan, tiba-tiba raib entah kemana.
Dia pun mulai bertanya kesana kemari, barangkali ada yang bersedia
meminjamkan payung atau apapun untuk melindunginya dari terpaan guyuran
hujan. Kembali diulang doa yang sama, usaha yang sama, dan harapan yang
sama pula. Eh,tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan
tempat itu dengan berkendaraan mobil berkata, "Hai teman, kalau kita
searah jalan. Ayo ikut aku sekalian. Aku antar sampai tempat tujuanmu
dan dijamin tidak kehujanan, oke?". maka si pemuda itu pun mendapat
tumpangan dan pulang ke rumah dengan selamat.
Peristiwa
alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa
selain doa, harus usaha dan akhirnya berserah. Karena jika kita mau
membuka hati, ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi
kitalah yang harus berupaya dengan segala cara dan pikiran yang telah
dikaruniakan Tuhan kepada kita.
Hanya
sekedar mengandalkan doa saja namun tanpa usaha dan kerja nyata tidak
mungkin ada perkembangan, hasil akhirnyapun pasti nihil alias kosong,
sedangkan sekedar kerja keras tanpa diiringi doa memungkinkan kita
salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya. Dengan dilengkapi doa
tentu usaha kita itu terarah di jalan yang benar, baik dan halal, maka
yang paling ideal adalah usaha dan kerja keras kita yang diiringi
dengan doa, niscaya segala usaha kita akan dikabulkan dan tentu hasil
yang kita inginkan akan sukses dan memuaskan.


Dikirim Oleh
Tanggal
Dibaca
Versi PDF
Versi Cetak



Kirim Pesan