Dikirim Oleh |
: | ninakania |
Tanggal |
: | Senin, 23 Maret 2009 12:59:07 |
Dibaca |
: | 204 Kali |
NASA kini sedang mempersiapkan peluncuran pesawat
antariksa Kepler, dengan teleskop antariksa baru yang untuk pertama
kalinya akan mampu mendeteksi berbagai planet seperti Bumi di luar tata
surya.
Kepler dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket Delta
II dari Pangkalan AU Tanjung Canaveral, di Florida, pada 5 Meret pukul
10:48 waktu setempat atau 6 Maret pukul 10:48 WIB.
Misi
tersebut merupakan misi pertama Badan Antariksa dan Aeronautika (NASA)
AS dalam pencarian planet-planet yang mengorbit berbagai matahari sama
seperti matahari kita, pada jarak dan temperatur yang tepat sehingga
memungkinkan adanya air yang mendukung kehidupan.
"Kepler akan
merintis jalan menuju tapal batas tak dikenal pada galaksi kita, Bima
Sakti, dan berbagai penemuannya boleh jadi akan mengubah secara
mendasar pandangan manusia atas galaksi tersebut," kata direktur
astrofisika pada badan antariksa itu di kantor pusatnya Washington, Jon
Morse, dalam jumpa persnya, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/3).
"Sensus
keplanetan Kepler akan menjadi penting sekali bagi pemahaman banyaknya
planet seperti Bumi pada galaksi kita dan perencanaan misi-misi yang
akan mendeteksi secara langsung dan mengenali ciri-ciri dunia-dunia
seperti ini di sekitar bintang-bintang di dekatnya," imbuhnya.
Dilengkapi dengan kamera terbesar yang pernah diluncurkan ke antariksa, yang dikenal sebagai charged couple devices (CCD) 95 megapiksel, teleskop Kepler mampu mendeteksi bintang-bintang
yang berkedip secara berkala akibat tertutup planet-planet saat benda
langit itu melintas di dekat bintang-bintang tersebut.
Dengan
biaya hampir 600 juta dollar AS, misi Kepler akan berlangsung selama
tiga tahun dan meneliti lebih dari 100.000 bintang seperti matahari di
kawasan konstelasi Angsa dan Lira di galaksi Bima Sakti.
Tak terlalu panas dan juga dingin
Menurut
William Borucki, penyelidik utama Kepler yang berkedudukan di Pusat
Riset Ames, NASA, di California, proyek itu akan menemukan
tempat-tempat dengan kondisi sempurna untuk mendukung kehidupan. "Apa
yang menarik perhatian dalam penemuan kami adalah planet-planet itu tak
terlalu panas dan tak terlalu dingin. Suhunya cukup memadai," katanya.
"Kami akan mencari planet-planet dengan suhu yang betul-betul memadai
bagi adanya air cair di permukaan planet."
Teleskop itu, yang
siap memelototi sebuah tempat di langit dalam seluruh misinya, mampu
melihat bintang-bintang yang kedipannya dipengaruhi planet-planet.
"Planet-planet
seperti Bumi di kawasan yang dapat dihuni secara teoritis akan
memerlukan waktu setahun untuk mengorbit. Jadi, rentang kehidupan tiga
tahun Kepler akan memungkinkan proyek itu untuk memastikan kehadiran
sebuah planet dengan mengamati dampaknya yang tak kentara atas
bintang-bintang yang diedarinya," kata NASA dalam sebuah pernyataannya.
"Jika
kami menemukan banyak planet, ia tentu saja mengandung arti bahwa
kehidupan boleh jadi sesuatu yang lazim di seluruh galaksi kita, dan
ada peluang bagi kehidupan untuk memiliki tempat berkembang," kata
Boeucki.
"Jika planet tak ditemukan atau hanya sedikit
ditemukan, itu boleh jadi menegaskan bahwa planet-planet yang dapat
didiami seperti Bumi sangat jarang dan Bumi kemungkinan satu-satunya
pos terdepan bagi kehidupan," katanya.


Dikirim Oleh
Tanggal
Dibaca
Versi PDF
Versi Cetak



Kirim Pesan