Ada pepatah yang mengatakan, When you meet someone who can cook and do housework, dont hesitate a minute, marry him (Ketika Anda menemui seseorang yang bisa memasak dan melakukan pekerjaan rumah tangga, jangan ragu semenit pun, nikahi dia).
Tentu
saja, hanya karena pria yang Anda kenal ini pintar memasak, tidak
lantas Anda dapat menerima begitu saja lamarannya. Pepatah di atas
bermaksud memberikan penekanan, apa yang dapat dilakukan pria tersebut
untuk Anda dalam kehidupan yang nyata nantinya, itulah yang terpenting
untuk Anda. Memasak hanyalah salah satu contohnya.
Namun
berdasarkan pernyataan tersebut, menarik bila kita gali lebih lanjut,
apa saja sih kemampuan pria yang patut dipertimbangkan saat memilihnya
menjadi pendamping kita selamanya? Tidak berarti sebagai istri kita
tinggal ongkang-ongkang kaki, tetapi alangkah teduhnya bila memiliki
suami yang cekatan dan serba bisa. Betul, tidak?
Pria yang
melakukan pekerjaan rumah akan memberikan ekspresi kepedulian dan
perhatian bagi wanita, kata Joshua Coleman, psikolog dari San
Francisco, dan penulis The Lazy Husband: How to Get Men To Do More Parenting and Housework. Tentu saja, Si Dia tak harus menguasai semua hal di bawah ini. Bila ia mampu melakukan dua hal saja, tentu sudah cukup baik.
Mampu bertukang. Tentu, calon suami tak harus punya kemampuan membangun rumah. Bertukang di sini hanya dalam konteks minor problems,
alias mengatasi kerusakan kecil di rumah. Contohnya, memperbaiki keran
air yang rusak, mencat dinding, atau membuat peralatan sederhana dari
kayu. Enggak lucu kan, kalau Anda yang harus memanjat genteng bila ada
genteng bocor?
Mengerti dasar permesinan. Ia
tahu apa yang salah jika ada bunyi-bunyi aneh pada mobil Anda, cekatan
dalam mengganti ban dalam keadaan darurat, dan cukup peduli untuk
melakukan perawatan rutin kendaraan Anda di bengkel.
Mampu berkebun. Ia tahu bagaimana mencangkul, dan sekadar menanam rumput di halaman.
Ketika rumput liar tumbuh di antara tanaman Anda, ia segera membabat
dan merapikannya.
Memahami dasar perlistrikan. Hampir semua aktivitas kita sekarang melibatkan barang-barang
elektronik. Pastikan Si Dia mengetahui bagaimana memasang colokan
listrik atau memasang lampu baru, mengetahui berapa kapasitas listrik
yang mencukupi bila ada begitu banyak benda elektronik di rumah, juga
mengerti bahwa kabel-kabel listrik yang simpang-siur di sana-sini dapat
mengakibatkan korsleting sehingga peduli untuk merapikannya.
Memasak masakan sederhana. Tak perlu menuntutnya untuk mampu memasak ala chef di
restoran ternama. Cukup bila ia mampu dan bersedia memasak mi rebus,
nasi goreng, atau membuat jus sendiri. Gunanya, bila Anda sakit ia tahu
makanan apa yang membuat Anda merasa nyaman. Selain itu, bila Anda
sedang tak di rumah, ia juga bisa mengurus diri sendiri.
Melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Ia
tidak canggung saat harus mencuci baju, mencuci piring, menyetrika,
atau menyapu. Pria-pria seperti ini umumnya sudah biasa bekerja sejak
kecil dan bukan tipe pria yang membeda-bedakan peran sosial berdasarkan
gender. Anda akan senang bekerja sama dengannya.
Total | : | 256070 |
Bulan Ini | : | 3017 |
Hari Ini | : | 274 |
Sekarang | : | 8 |