Hari Esok

Sabtu, 7 Februari 2009 15:07:02 - oleh : Abang
Rating: 2.4/10 (7 votes cast)
Hari Esok

Masa Depan akan datang dengan Sendirinya.

Telah pasti datangnya ketetapan Tuhan, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan datangnya.

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dllahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak?
Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan belum dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa serta warna.

Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya?.

Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan ??.

Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu, bisa jadi kita akan terhenti dijalan  sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya, dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan.

Pasalnya, hal itu termasuk angan-angan yang terlalu jauh. Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang.

Namun ironis !!, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, bencana, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di Sekolah-sekolah setan.

Setan menjanjikan, menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan Karunia.

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.

Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di “genggaman yang lain”  tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

Anda diberi akal sehat / mind / pikiran oleh Tuhan, maka pergunakanlah sebaik-baiknya dan semaksimalnya untuk merencanakan dalam menata rencana kerja dan kinerja, buatlah konsep-konsep untuk masa depan dan rencanakanlah dengan baik, buatlah proposal untuk rencana anda, maka didalam membuat segala RENCANA tersebut hendaklah pergunakan akal sehat / mind / pikiran dengan semaksimalnya untuk mendekati suatu kesempurnaan ukuran makhluq, namun jangan coba-coba untuk memikirkan cara kerja dan berpikir   bagaimana ? dan darimana ? atau gagal atau sukseskah anda dalam menggapai rencana yang telah anda buat secara matang tersebut ?!.

Silahkan membuat cita-cita setinggi langit, dalam rencana gapailah cita-cita anda yang tinggi tersebut dan hal itu menunjukkan bahwa anda adalah seorang makhluq yang tertinggi derajatnya diantara makhluq yang lainnya, namun jangan pikirkan hari esoknya anda ingin memulai dari mana ?  mampukah dan bisakah anda besok memulainya atau mempunyai suatu keyakinan yang kuat akan keberhasilan hari esok dan akan datang, inipun kelak akan menyengsarakan diri anda yaitu anda akan takut menghadapi hari esok atau anda terlalu yakin akan berhasil esok hari, semua prilaku ini umumnya akan menuai badai dan kekecewaan untuk diri anda atau akan menjadikan diri anda menjadi pesimistis, penakut, putus asa atau dapat pula menjadikan diri anda tumbuh rasa Riya, Ujub, takabur serta sombong.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya, juga jangan pula menanti Kebahagian, kesuksesan, kemakmurannya.

Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.  Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan dan kegembiraan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah bayang-bayang buruk dan angan-angan kebaikan yang berlebihan.


Abang - 2005

Berita "Pencerahan Hidup" Lainnya